Belajar Filsafat Kehidupan
Filsafat
adalah berpikir. Bagaimana cara berpikir dalam filsafat? Dalam filsafat cara
berpikirnya yaitu pikirkan apa yang kamu rasakan dan rasakan apa yang kamu
pikirkan. Setelah itu berdoalah. Karena manusia hanya bisa berikhtiar
selebihnya tanga Tuhan yang akan bekerja. Jadi berfilsafat adalah bentuk
ikhtiar manusia. Bahanya dalam berfilsafat itu ketika seseorang sudah merasa
berpikir sampai pada tahap yang jelas kemudian sudah berhenti berpikir. Padahal
sebenar-benar filsafat adalah berpikir.
Manusia
adalah mahluk yang terbatas kemampuannya. Tidak ada manusia yang tahu dirinya
sendiri. Apa yang dilihat dan didengar manusia hanya kualitas pertama. Kualitas
berikutnya manusia tidak akan pernah tahu. Tidak ada satupun di dunia ini yang
mampu menunjuk dirinya sendiri kecuali Tuhan. Manusia yang sekarang akan
berbeda dengan manusia seper sekian detik manusia yang akan datang. Jadi
sebelum manusia bisa menunjuk dirinya sendiri, sebenarnya manusia sudah berubah
dari yang tadi menjadi sekarang. Manusia tidak akan mencapai keseluruhan. Maka
sebenar-benar keseluruhan yang tahu hanya Alloh Yang Maha Esa.
Bagaimana
pandangan filsafat tentang menilai spiritualitas diri sendiri? Jika filsafat
adalah dirimu, spiritualitas adalah dirimu. Jangan coba-coba menggambarkan
spiritualitas dengan dunia. Karena dunia tidak mencukupi. Karena spiritualitas
meliputi dunia dan akhirat. Dalam agama Islam urusan dibagi dua, urusan dengan
Tuhan dan urusan dengan manusia. Kemudian dibagi tiga. Manusia paling bawah
derajatnya memiliki orientasi bangsa mulut, mata, telinga, perut, itu namanya
manusia basar. Naik diatasnya manusia yang bisa beribadah mengerti Tuhan itu
manusia insan. Tapi kalau manusia basar meningkat menjadi insan itu
habluminallah. Manusia yang paling tinggi itu manusia yang habluminallah dan
minannas.
Manusia
tetaplah mahluk dengan keterbatasannya. Tidak pantas manusia untuk bangga diri
dengan segala kemampuan dan capaian yang ia peroleh. Maka dari itu manusia
haruslah rendah diri. Lalu bagaimana cara untuk selalu rendah diri? Untuk bisa
mencapai rendah hati yang sesungguhnya, yang pertama adalah ikhtiar, kedua
berserah diri kepada Allah, minta pertolongan. Karena tidak ada makhluk di
dunia yang mampu mengusir setan kecuali Tuhan. Dan sedikitpun keraguanmu di
dalam hati engkau tidak bisa menghilangkan kecuali atas kuasa Tuhan. Maka
karena godaan setan terus menerus, kita harus valid dan kontinu. Sebenar-benar
manusia haruslah dalam keadaan berdoa. Setiap awal menyebut atau mengingat
Tuhan, di tengah istiqomah, akhiran mudah-mudahan khusnul khotimah (mengakhiri
dengan baik). Esensi mengakhiri dengan baik adalah rasa syukur. Dalam filsafat
akhiran adalah awalan. Rasa syukur boleh di akhir atau di depan.
0 komentar:
Posting Komentar