Filsafat : Apa dan Bagaimana?
Filsafat
adalah ilmu mengenai olah pikir. Dalam filsafat objek pikirnya yaitu ada dan
yang mungkin ada. Belajar filsafat pada Pak Marsigit adalah pelajari pikiran
dan hidup Pak Marsigit. Dari filosofi
turun menjadi ideologi, ideologi turun menjadi paradigma, paradigma turun
menjadi teori, teori turun menjadi model, model turun menjadi sintak, sintak
turun menjadi contoh. Segala ilmu ada dua hal yaitu yang disebut objek material
dan objek formal. Objek material itu isinya sedangkan objek formal itu
metodenya. Seseorang yang melihat itu ada dua hal yaitu apa yang dilihat dan
bagaimana cara melihat. Artinya semuanya baik ilmu, ibadah, rumah tangga, dan segalanya
pasti seperti itu. Mendengar juga demikian yaitu apa yang didengar dan
bagaimana cara mendengar. Tidur sekalipun juga demikian. Karena sebenar-benar
filsafat itu berpikir.
Penjelasan
mengenai kedudukan tingkat-tingkatan dalam berfilsafat. Paling tinggi adalah spiritual.
Objek formal itu tata cara, adab. Dimanapun kita berada harus beradab. Tidak
hanya manusia yang menggunakan tata cara, namun bisa hewan, tumbuh-tumbuhan,
gunung meletus dan semua yang ada di dunia ini menggunakan tata cara. Tata cara
itu ada yang dibuat manusia dan ada yang sudah takdirnya. Jadi dalam
berfilsafat jangan salah paham. Sebelum berfilsafat maka kuatkan agamanya.
Dengan meningkatkan ibadahnya, doanya. Jangan sampai dengan berfilsafat menjadi
salah arah. Karena pada akhirnya nanti filsafat itu akan kembali kepada diri
kita masing-masing.
Turun ke bawah
filsafatnya yaitu bagaimana filsafat berfilsafat. Filsafatnya berfilsafat yaitu
sifatnya orang berfilsafat. Sifatnya berusaha memahami. Filsafat itu olah
pikir. Filsafat itu satu grade di bawah spiritual tetapi tidak pernah menjangkau
spiritual. Karena filsafat dan spiritual itu beda domain. Domain filsafat itu
pikiran dan domain spiritual adalah hati dan yang lainnya. Filsafat itu lebih
lembut dari benda yang paling lembut. Karena filsafat itu mengisi ruang tanpa
mengisi. Karena apa yang diisi sebenarnya sudah terisi. Yang bisa mengalahkan
kelembutan filsafat adalah kelembutan hati atau spiritual. Wujud dari spiritual
adalah cahaya.
Sebagai contoh yaitu
menemukan filsafat dalam Ketoprak yang diselenggarakan saat Diesnatalis UNY.
Berikut adalah penjelasan filsafat dari Ketorprak.
Ketoprak
tersebut diadakan dalam acara diesnatalis UNY. Ketoprak yang diperankan oleh
para guru besar. Arti dari ketoprak itu seperti saat ditusuk tidak mempan.
Dalam ketoprak itu baru apa yang dilihat adalah kualitas 1 yaitu yang
kelihatan, dan yang didengarkan. Kualitas yang kedua adalah metafisik artinya
dibalik yang dilihat dan didengar. Dalam filsafat itu tidak hanya yang terlihat
dan didengar saja tetapi metafisik. Kualitas berikutnya adalah kualitas semua
dikurangi kualitas yang terlihat dan didengar. Seperti pikiran, perasaan, dan
lainnya. Jadi manusia itu hanya sedikit mengerti. Ditusuk secara harfiah sakit,
bisa mati. Namun secara metafisik, dapat diberi maksud. Misalnya ditusuk itu
adalah godaan. Hidup ini full of
godaan. Godaan marah, godaan menipu, suap, korupsi, menyiarkan hoax, dan
seterusnya. Dari mulai godaan penglihatan, perasaan, pemikiran dan lainnya.
Dalam ketoprak itu, pangeran Purboyo ditusuk dengan gratifiksai dan yang lain
tidak mempan. Jika ditusuk mempan maka habis sudah Pangeran Purboyo menjadi
raja karena telah tergoda.
Berperang
dengan Tumenggung itu artinya Pangeran Purboyo keluar dari kegelapan atau
keburukan. Maka dari itu untuk keluar dari kegelapan adalah dengan mencari
ilmu. Setelah berhasil menangkap, mengerahkan prajurit untuk melawan. Artinya
pada jaman sekarang tidak bisa mengatasi masalah sendirian, perlu adanya tim
untuk mengatasi masalah. Karena masalah pada jaman sekarang sangat kompleks.
Dengan adanya tim dengan berbagai keahlian masing-masing yang dapat memecahkan
masalah dengan optimal,.Untuk menangkap penjahat atau kegelapan adalah diikat
dengan ilmu. Ilmu itu tidak fakir. Tidak berilmu itu fakir. Fakir cenderung
miskin. Orang yang tidak berilmu itu cenderung miskin. Orang yang miskin
cenderung tidak berilmu. Makanya mencari ilmu agar tidak fakir dan diharapkan
tidak miskin. Miskin dalam filsafat itu semuanya. Miskin ilmu, miskin
silahturahmi, dan semuanya. Maka ilmu itu penting untuk mengikat kebodohan.
Jadi
berfilsafat itu bisa dari apa saja yang bisa dipikir, dirasakan, dan didengar.
Contohnya ketoprak sangat bisa sebagai objek filsafat. Jangankan ketoprak,
semut yang sedang bercengkrama saja bisa menjadi objek filsafat.dalam berfilsafat
harus bisa berangkat dari hal yang sepele. Dalam berfilsafat itu dari sesuatu
yang jelas menjadi tidak jelas.
0 komentar:
Posting Komentar